Tingkatkan Keselamatan Lansia, Tim Pengabdian Keperawatan UNUD Gelar Pelatihan Pencegahan Tersedak dan Manajemen Nutrisi di Desa Angantaka Umum

`

Badung, 20 Agustus 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan kegiatan “Pelatihan Pencegahan Tersedak (Choking) dan Manajemen Nutrisi untuk Meningkatkan Keselamatan Lansia dengan Disfagia di Desa Angantaka Badung” pada 20 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia serta kader dalam mencegah tersedak dan menerapkan prinsip nutrisi yang aman, khususnya bagi lansia yang berisiko mengalami gangguan menelan atau disfagia.

Kegiatan diikuti oleh 40 lansia dan 5 kader lansia, serta mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Angantaka, Kelian Banjar Puseh dan Ketua PKK Banjar Puseh. Rangkaian kegiatan diawali dengan senam lansia, dilanjutkan dengan edukasi nutrisi aman bagi lansia oleh Ketua Pelaksana Dr. Ns. Putu Ayu Sani Utami, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom. Edukasi tidak hanya membahas pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga bagaimana makanan dan minuman dapat disiapkan dengan memperhatikan keamanan bagi lansia yang mengalami atau berisiko mengalami gangguan menelan. Selanjutnya pelatihan pencegahan serta penanganan tersedak yang disampaikan oleh Dr. Ns. I Kadek Saputra, S.Kep., M.Erg. Selain edukasi dan pelatihan, peserta mendapatkan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), berat badan, tinggi badan, dan indeks massa tubuh (IMT). Deteksi dini risiko disfagia dilakukan menggunakan Eating Assessment Tool-10 (EAT-10). Peserta juga mengikuti evaluasi pengetahuan mengenai nutrisi, risiko tersedak, serta pencegahan dan penanganan tersedak. Hasil pemeriksaan dan skrining menjadi dasar pemberian edukasi personal kepada peserta sesuai kondisi masing-masing. Untuk mendukung penerapan pengetahuan setelah kegiatan, peserta diberikan booklet edukasi mengenai nutrisi aman dan pencegahan tersedak serta alat pendukung kebersihan diri. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat peran kader dalam mendukung kesehatan lansia di masyarakat.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan keselamatan makan, pemenuhan nutrisi, dan kualitas hidup lansia, sekaligus memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan, masyarakat, kader kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat komunitas.